Salah satu dari 500+ alumni Plus One yang sudah berangkat sejak 2015.
Australia bukan tujuan biasa. Ini ekosistem yang secara aktif welcoming pekerja muda Indonesia — dengan kombinasi income, pathway, dan opportunity yang sulit didapat di negara lain.
Sani, mahasiswa IT di ACBI — kerja part-time sebagai barista, gaji Rp 25 juta/bulan sambil kuliah.
AUD 26.44 per jam adalah standar minimum legal — bahkan untuk pekerjaan part-time entry level. Gaji 2 minggu kerja part-time setara dengan gaji 2-3 bulan UMR di Indonesia.
Government Australia secara aktif design jalur dari Student Visa → Graduate Work Visa → Permanent Residency. Bukan one-time gig — ini lifetime opportunity yang bisa dibangun pelan-pelan.
Australia kekurangan pekerja di hospitality, healthcare, retail, construction, dan cleaning. Jadi peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih besar!
Pengalaman tinggal dan kerja di Australia bukan cuma tentang gaji — ini soal upgrade kualitas hidup. Lingkungan yang aman, work-life balance, sistem kesehatan world-class, dan kesempatan kembangkan diri yang gak ada di kebanyakan negara Asia.
Sebelum mulai ngomongin solusi, kami mau angkat dulu hal-hal yang biasanya bikin orang ragu — yang mungkin lagi kamu rasain juga.
Mau ke Australia, tapi gak tahu mulai dari mana. Info di internet sepotong-sepotong. Setiap agent ngomong beda. Yang dijawab Google bikin makin bingung — bukan makin clear.
Takut salah pilih, takut ketipu, takut prosesnya stuck di tengah jalan. Sudah dengar cerita orang yang dokumennya ditolak, deposit hilang, atau ditinggal agent setelah bayar. Risikonya berasa terlalu besar buat dijalanin sendiri.
Sebelum berangkat aja dah pusing — apalagi nanti pas di sana. Urus visa, dokumen, akomodasi, tiket pesawat, persiapan administrasi — semua harus dijalanin paralel dalam timeline yang ketat.
Orangtua khawatir, dan aku gak tahu cara meyakinkan mereka. Mereka takut anaknya terlantar di luar negeri. Tanpa pendampingan jelas dari pihak yang dipercaya, susah meyakinkan keluarga.
Sejak 2015 di Sydney, sejak 2019 di Indonesia, kami sudah bantu 500+ alumni Indonesia berangkat ke Australia. Dari pilih kampus, urus visa student via migration agent, sampai briefing di bandara sebelum kamu berangkat — kami pandu setiap step-nya.
Kantor fisik, bukan virtual. Datang langsung untuk konsultasi atau temui tim kami.
Shop 1/2-10 Woniora Rd,
Hurstville NSW 2220, Australia
APL Tower, RT.3/RW.5, Tj. Duren Sel.,
Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat
12-28, Menara Mutiara Sentral, 2,
Jalan Desa Aman 1, Kuala Lumpur
Plus One fokus mengarahkan dan mendampingi kamu sepanjang journey — biar kamu gak jalan sendiri di proses yang asing.
Konsultasi pathway dengan tim kami. Fit dengan background pendidikan, budget, dan target kerja kamu — bukan template. 30+ partner college dengan jadwal fleksibel biar kamu bisa kerja part-time selama kuliah.
Visa kamu diurus tim Migration Agent kami yang terdaftar resmi MARA. Dari dokumen sampai approved. Kamu siapkan dokumen yang diminta, kami yang process — termasuk komunikasi dengan tim admission college.
Kami rekomendasikan area akomodasi yang aman & terjangkau dekat kampus, plus breakdown industri yang lagi butuh tenaga di Australia. Decision-nya tetap di kamu — kami kasih roadmap supaya kamu gak nyasar.
Sebelum kamu berangkat, tim kami datang ke bandara untuk briefing langsung — apa yang harus dibawa, dokumen yang harus siap di tangan, kontak emergency, dan what to expect di imigrasi sampai mendarat.
Tim kami masih bisa kamu hubungi setelah kamu sampai di Australia. Bantu urus TFN (Tax File Number), permasalahan terkait studi, visa extension, atau pertanyaan administrasi lainnya.
Banyak agent kerja ke Australia di luar sana. Yang membedakan Plus One — dan kenapa 500+ alumni Indonesia trust kami sejak 2015:
Dari konsultasi awal, kami breakdown semua step dengan jelas — termasuk resiko dan apa saja yang harus disiapkan di setiap fase. Kamu gak akan jalan di kegelapan, semua proses transparan dari awal.
Setiap biaya yang perlu kamu bayar dijelaskan upfront — gak ada hidden fees. Kalau ada kondisi yang ngebatalin proses kamu, kami bantu jalankan proses refund yang clear sesuai kesepakatan.
Tim kami punya Migration Agent yang terdaftar resmi di MARA (Migration Agents Registration Authority of Australia). Visa kamu di-handle profesional dengan license resmi pemerintah Australia — bukan agent abal-abal.
Kami hanya pakai jalur Visa Pelajar yang diakui resmi pemerintah Australia. Bekerja sama dengan lebih dari 30 kampus resmi di Australia. Kamu kerja dengan slip gaji yang sah, ada catatan pajak, dan identitas kamu terdaftar jelas di sistem Australia.

Alumni Plus One · Sekarang di Sydney
"Saya berangkat ke Sydney dengan bantuan POA setelah direkomendasikan oleh beberapa teman. Dari awal proses visa sampai hari keberangkatan, semuanya dibantu dengan baik dan dijelaskan step-by-step, jadi saya tidak merasa bingung atau stres.
Salah satu hal yang membuat POA berbeda adalah mereka tidak hanya membantu sampai visa selesai. Setelah saya tiba di Australia, mereka masih sering follow up dan mengingatkan hal-hal penting seperti pembayaran sekolah setiap term. Perhatian kecil seperti ini ternyata sangat membantu bagi student yang sedang fokus beradaptasi dengan kehidupan baru di Australia, dan sampai sekarang saya masih merekomendasikan POA kepada teman-teman yang ingin studi di Australia."

Alumni Plus One · 4 tahun bareng Plus One
"POA, 1 kata dulu buat mereka: 'gokil'. I am not sure about the other agents, but selama pake POA udah jalan 4 tahun, mereka bener-bener nemenin dan ngurusin dari awal sampe jadi. Ga ditinggal, dan bikin kita ngerasa ada yang temenin gitu. Mereka selalu bisa bantu cari solusi dan opsi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Kalo ditanya, I didn't regret my choice to choose POA to be my Agent. Thank you POA. Keep up the good work!"

Alumni Plus One · Sekarang di Australia
"Sehabis wisuda malah jadi bingung mau ngapain, akhirnya nanya ke temen terus direcommend buat konsul sama POA aja. Yang tadinya iseng-iseng nanya tim POA soal studi lanjutan di Aussie, ga expect dijelasin banyak banget bahkan diarahin sampai akhirnya aku beneran udah di Australia hahaha. Ga cuma itu, walau udah di sini, tim POA masih ngebantu banget semisal kita ada pertanyaan atau apapun itu, they willing to help! Bener-bener beda banget dari agen lain, deh. Terima kasih banget sama tim POA yang udah ngebantu aku dari yang tadinya hah hoh hah hoh sampai akhirnya impian aku buat study abroad pun bisa tercapai!"
Sebelum berangkat, ada 3 syarat mendasar yang harus kamu penuhi. Bukan untuk membatasi — tapi supaya kamu tau ekspektasinya dari awal. Cek mana yang sudah, mana yang masih perlu disiapkan.
Seluruh proses apply visa student Australia — seperti medical check-up, biaya semester 1 kuliah, asuransi, dan biaya visa — bisa membutuhkan biaya Rp 70-100 juta. Ini modal nyata yang perlu kamu siapkan sebelum berangkat, bukan sekadar saldo "showing" di rekening.
Idealnya skor IELTS 6.0 atau PTE setara. Skor 5.0-5.5 juga masih bisa lanjut, tinggal paketin dengan kelas Bahasa Inggris dulu sebelum kuliah utama.
Latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK. Lulusan Diploma atau S1 juga bisa — bahkan dengan lebih banyak opsi kampus dan program.